SD Muhammadiyah Kadisoro 2 Meriahkan Gilangharjo Expo 2026 Lewat Pertunjukan Angklung

03 September 2026
Administrator
Dibaca 5 Kali
SD Muhammadiyah Kadisoro 2 Meriahkan Gilangharjo Expo 2026 Lewat Pertunjukan Angklung

 

GILANGHARJO – Suasana panggung kesenian pelajar dalam rangkaian Gilangharjo Expo 2026 berlangsung hangat dan meriah pada Minggu sore, 30 Agustus 2026. Bertempat di Lapangan Jodog, Bantul, sebanyak 43 siswa kelas 5 dan 6 dari SD Muhammadiyah Kadisoro 2 Gilangharjo tampil memukau melalui pertunjukan musik tradisional angklung.

Dalam penampilannya, para siswa membawakan sejumlah lagu yang akrab di telinga masyarakat, yakni “Perahu Layar”, “Jogja Istimewa”, dan “Tanah Air”. Pertunjukan tersebut diiringi permainan angklung dari Angklung Laras Nusantara, sehingga menghasilkan harmonisasi musik yang dinamis sekaligus menghadirkan nuansa kebudayaan yang kuat.

Penampilan para siswa berlangsung penuh semangat dan kekompakan. Setiap nada dimainkan secara bersama-sama, menciptakan alunan angklung yang harmonis dan ritmis. Antusiasme penonton pun terlihat dari perhatian yang diberikan selama pertunjukan berlangsung.

Tidak sekadar menjadi hiburan, keterlibatan siswa SD Muhammadiyah Kadisoro 2 dalam panggung kesenian pelajar ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya. Melalui musik angklung, para pelajar mendapatkan ruang untuk berekspresi sekaligus belajar mengenai pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan pelestarian kesenian tradisional.

Kepala SD Muhammadiyah Kadisoro 2, Ristianingsih, S.Pd.Jas., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Gilangharjo Expo 2026 yang telah memberikan ruang bagi para pelajar untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan seperti Gilangharjo Expo ini. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk tampil, berekspresi, sekaligus belajar mencintai seni dan budaya. Bagi mereka, pengalaman tampil di panggung seperti ini sangat berharga untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan kekompakan,” ungkap Ristianingsih.

Menurutnya, kegiatan seni budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan yang penting bagi perkembangan karakter siswa. Proses latihan hingga tampil bersama mengajarkan anak-anak untuk saling bekerja sama, bertanggung jawab terhadap peran masing-masing, serta menghargai kesenian tradisional.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka. Semoga generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan seni budaya yang kita miliki,” tambahnya.

Keikutsertaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi seni dan kreativitas pelajar di wilayah Gilangharjo terus berkembang. Panggung kesenian dalam Gilangharjo Expo menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk tampil, berkreasi, serta memperkenalkan kemampuan mereka kepada masyarakat luas.

Gilangharjo Expo 2026 sendiri diselenggarakan mulai 28 Agustus hingga 20 September 2026 di Lapangan Jodog, Bantul. Kegiatan ini menghadirkan beragam wahana hiburan sekaligus ruang pementasan bagi potensi seni masyarakat lokal, termasuk parade kesenian pelajar, pertunjukan musik, dan berbagai kegiatan hiburan lainnya.

Dengan hadirnya pertunjukan angklung dari SD Muhammadiyah Kadisoro 2 bersama Angklung Laras Nusantara, Gilangharjo Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk turut mengambil bagian dalam menjaga dan menghidupkan seni budaya di tengah masyarakat.