Hari Pertama Padat Karya Dais Dimulai, Warga Krekah Gotong Royong Bangun Infrastruktur

02 September 2026
Administrator
Dibaca 5 Kali
Hari Pertama Padat Karya Dais Dimulai, Warga Krekah Gotong Royong Bangun Infrastruktur

GILANGHARJO – Program Padat Karya Dana Keistimewaan (Dais) di Padukuhan Krekah, Kalurahan Gilangharjo, resmi memasuki hari pertama pelaksanaan pada Senin, 24 Agustus 2026. Sejumlah warga yang telah terdata sebagai tenaga kerja mulai turun ke lokasi untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan secara bergotong royong.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari tahapan persiapan yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Kalurahan Gilangharjo melalui Sosialisasi Teknis Pembangunan Padat Karya Dana Keistimewaan pada 12 Agustus 2026. Setelah melalui proses persiapan, pendataan tenaga kerja, serta pemenuhan berbagai kebutuhan teknis, masyarakat kini mulai terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan.

Program Padat Karya Dana Keistimewaan di Padukuhan Krekah ini dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp175 juta. Pekerjaan difokuskan pada pembangunan atau peningkatan infrastruktur pada ruas jalan dengan panjang kurang lebih 200 meter dengan kubikasi 80 meter kubik. Pembangunan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan akses dan aktivitas warga di wilayah Padukuhan Krekah.

Hari pertama pelaksanaan menjadi momentum awal bagi masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurut Miyanto selaku Ketua Kelompok Sasaran (Poksar), pelaksanaan pekerjaan Padat Karya Dana Keistimewaan di Padukuhan Krekah dijadwalkan berlangsung mulai 24 Agustus hingga 12 September 2026.

Selama periode tersebut, pekerjaan akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Program ini dikerjakan oleh warga yang berasal dari wilayah RT 01 hingga RT 05 Padukuhan Krekah, sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

“Pengerjaan dimulai tanggal 24 Agustus sampai 12 September 2026. Tenaga kerja yang terlibat merupakan warga dari RT 01 sampai RT 05,” ujar Miyanto.

Keterlibatan warga dari lima wilayah RT tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan prinsip pemberdayaan masyarakat dalam program Padat Karya. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat setelah pembangunan selesai, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses pengerjaannya.

Dengan melibatkan tenaga kerja lokal, program ini diharapkan dapat memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang nantinya akan digunakan secara bersama-sama.

Berbeda dengan pola pembangunan yang sepenuhnya dikerjakan oleh pihak ketiga, program Padat Karya Istimewa menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam pelaksanaan kegiatan. Pekerjaan dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan menggunakan pola gotong royong serta peralatan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

Warga yang terlibat dalam kegiatan merupakan tenaga kerja dari wilayah Kalurahan Gilangharjo, khususnya masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Program ini diarahkan untuk memberikan kesempatan kerja kepada warga, terutama kelompok penganggur, setengah penganggur, serta masyarakat yang membutuhkan tambahan penghasilan.

Pada hari pertama pelaksanaan, para tenaga kerja mulai bekerja sesuai dengan tahapan pekerjaan yang telah direncanakan. Setiap proses dilaksanakan secara bertahap dengan tetap memperhatikan pembagian tugas dan pendampingan teknis agar pekerjaan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Pelaksanaan kegiatan juga menjadi ruang untuk memperkuat semangat gotong royong yang selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gilangharjo. Warga tidak hanya hadir sebagai tenaga kerja, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan yang manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat.

Dimulainya pekerjaan Padat Karya di Krekah merupakan kelanjutan dari Sosialisasi Teknis Pembangunan Padat Karya Dana Keistimewaan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Dalam sosialisasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat diberikan pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan, mulai dari prinsip program, tata kelola tenaga kerja, ketentuan administrasi, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Sosialisasi sebelumnya diikuti oleh unsur Pemerintah Kalurahan Gilangharjo, Ketua Bamuskal, Ulu-ulu, pendamping teknis, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dukuh Krekah, Tim Pelaksana Kegiatan, Tim Pengadaan Barang dan Jasa, serta calon tenaga kerja.

Tahapan tersebut dilakukan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan dan mekanisme program. Dengan adanya persiapan yang matang, pelaksanaan pekerjaan diharapkan dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hari pertama pengerjaan menjadi bukti dimulainya tahapan nyata dari seluruh proses perencanaan yang sebelumnya telah dilakukan. Apa yang telah dibahas dalam sosialisasi kini mulai diterapkan langsung dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Padat Karya Dana Keistimewaan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program ini juga membawa semangat penerapan tata nilai keyogyakartaan yang menjadi salah satu karakter penting dalam penyelenggaraan kegiatan.

Nilai tersebut meliputi sawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Sawiji dimaknai sebagai sikap berkonsentrasi dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pekerjaan. Greget mencerminkan semangat dan dorongan kuat untuk mencapai tujuan. Sementara sengguh berkaitan dengan rasa percaya diri, sedangkan ora mingkuh mengandung nilai tanggung jawab dan tidak mudah menyerah.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tercermin selama proses pelaksanaan Padat Karya di Krekah. Pembangunan tidak semata-mata dipandang sebagai pekerjaan fisik, melainkan juga sebagai proses bersama dalam memperkuat karakter masyarakat.

Semangat tersebut juga sejalan dengan budaya gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat. Setiap tenaga kerja memiliki peran masing-masing, namun seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan tujuan yang sama, yakni menghasilkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi warga.

Salah satu tujuan utama dari program Padat Karya adalah memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat. Oleh sebab itu, porsi anggaran dalam program ini memberikan perhatian besar terhadap komponen upah tenaga kerja.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa program Padat Karya dirancang tidak hanya untuk menghasilkan bangunan atau infrastruktur, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat yang terlibat dapat memperoleh penghasilan dari pekerjaan yang dilaksanakan. Dengan demikian, perputaran manfaat ekonomi dari program dapat langsung dirasakan oleh warga.

Pelaksanaan pembangunan secara padat karya juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan di tingkat kalurahan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama yang turut menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan.

Seiring dimulainya hari pertama pengerjaan, pelaksanaan kegiatan juga diikuti dengan pemenuhan berbagai ketentuan administrasi. Kehadiran tenaga kerja dicatat setiap hari sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Pendataan dan dokumentasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Padat Karya. Setiap tahapan pekerjaan perlu dilaksanakan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari proses pelaporan kegiatan.

Selain itu, pekerjaan di lapangan juga tetap memperhatikan pendampingan dan arahan teknis. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan dapat dilaksanakan sesuai rencana dan menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kerja sama antara tenaga kerja, pelaksana kegiatan, pendamping teknis, serta Pemerintah Kalurahan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan program. Komunikasi dan koordinasi terus diperlukan agar berbagai persoalan yang muncul selama pekerjaan dapat segera ditangani.

Dimulainya Padat Karya Dana Keistimewaan di Padukuhan Krekah menjadi langkah penting dalam pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Gilangharjo.

Dengan dukungan anggaran sebesar Rp170 juta, pembangunan ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut dikerjakan selama periode 24 Agustus hingga 12 September 2026 dengan melibatkan warga RT 01 sampai RT 05 Padukuhan Krekah sebagai tenaga kerja.

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang terlibat secara langsung dalam proses pengerjaan.

Melalui program ini, pembangunan tidak hanya menghasilkan manfaat fisik, tetapi juga memberikan kesempatan kerja, tambahan penghasilan, serta memperkuat semangat kebersamaan warga.

Dengan dimulainya proses pengerjaan pada 24 Agustus 2026, masyarakat Padukuhan Krekah kembali menunjukkan bahwa pembangunan dapat dilaksanakan melalui kekuatan kebersamaan. Semangat sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh menjadi pengingat bahwa setiap proses pembangunan membutuhkan kesungguhan, semangat, kepercayaan diri, dan tanggung jawab.

Melalui kerja bersama, Program Padat Karya Dana Keistimewaan diharapkan mampu berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalurahan Gilangharjo.